Skip to main content

Flash Back (Kenapa jadi anak rantau?)

Hey, back to my blog.

Hasil gambar untuk anak rantau


Hari ini aku bakal cerita dikit alasan kenapa aku berani memutuskan untuk merantau (sebagai perempuan) which is kebanyakan orang tua keberatan banget buat ngelepasin anaknya buat pergi jauh atas alasan khawatir dll. Merantau versi aku ceritanya seperti ini,,

I was once, a very bad girl. waktu itu aku masih SMA di Malaysia dan saat SMA kita pasti punya suatu kesalahan yang menurut kita adalah fatal. Well, same goes to me. Dulu, aku melakukan sesuatu yang telah membuat orang tua dan diriku sendiri kecewa dan aku memutuskan untuk memperbaiki diriku dengan bertekad, bahwa aku akan mencari cara untuk bisa lebih baik.

Sehingga sampai di satu hari, ada kesempatan untuk aku. Aku ditawarin oleh orang tua ku untuk melanjutkan kuliah di Indonesia (which I HATE IT). Tapi bukan berarti aku benci Indonesia. Aku lahir disana. Aku hanya benci keluar dari zona nyaman aku. Aku benci harus ninggalin temen-temen aku, guru-guru kesayangan aku, tempat-tempat favorit aku dan terutama ninggalin keluarga aku.

Namun, karena tekad ku untuk merubah diri sendiri itu lebih besar dari ninggalin semua hal yang aku sayang, akhirnya aku memutuskan untuk menerima tawaran orang tua ku untuk kuliah di Indonesia.

Aku sangat menyadari, bahwa saat aku  merantau nanti akan ada beberapa konsekuensi yang aku harus ambil. Sslah satunya adalah beradaptasi. Dan itu terbukti saat aku pertama kali nyampe di Surabaya, Indonesia (Tempat dimana aku lahir dan aku dibawa tinggal di Malaysia wktu umur 2 bulan meninggalkan Surabaya dan setelah 17 tahun baru menginjakkan kaki ke Indonesia lagi)..

IT WAS HARD!!

Hari pertama di Indonesia, aku terbuksti sangat 'shock' dengan lingkunganku yang akhirnya membuat ku demam berturut-turut selama 2 minggu. Aku tau ini terkesan lebay BUT IT'S THE FACT! Aku kaget banget dengan kemacetannya, dengan speda motor yang tiba-tiba nyelipin mobil, dengan orang-orang nekad melanggar aturan lalu lintas, dengan crowded nya kota ini, bahkan aku kaget saat pertama kali makan bakso (karena bakso di Indonesia tidak seperti di Malay yang dimana isinya ada tahu, siomay, mie, pentol dll sedangkan di Malaysia baksonya hanya mie dan pentol).

Nah, enaknya aku ga sendirian di sini. Aku tinggal di rumah nenek di Surabaya. Cuman, butuh waktu buat aku menyesuaikan diri dengan keluarga disini karena ini pertama kali aku ketemu mereka. Nah jadinya stelah aku dianterin oleh ibuku ke Indonesia, setelah seminggu, aku beneran ditinggal balik oleh ibuku ke Malaysia. Jadilah aku berjuang disini sendirian.

NAH!!

Karena aku berjuang untuk memperbaiki diriku dan membuktikan ke orang tua kalo aku adalah anak yang bisa dibanggakan, aku memulai misiku dengan mengejar pendidikan!. Autamatis, karen aku gak tau apa-apa tentang birokrasi dan sistem pendidikan di Indonesia, aku BUTA SAMA SEKALI. Tapi itu gak ngebuat aku putus harapan dong. Akhirnya setelah mencoba berbagai cara, pemerintah memberikan aku dua pilihan antara PAKET C atau SMA Kelas 3 (setahun lagi) untuk ngikuktin test UNAS nya. Practically, aku sebenarnya udah lulus SMA di Malaysia. Hanya saja, ijazah ku harus diakredetasi dulu dan nilai nya harus diganti nilai sesuai grad di Indonesia. Dan akhirnya aku memutuskan untuk mengulang setahun lagi kelas 3 di SMA Muhammadiyah 4. Alasan kenapa aku pengen ngulang SMA lagi dan menghabiskan setahun waktu yang seharusnya buat aku kuliah untuk SMA adalah karena pertama, aku pengen pelajarin lingkunganku dulu, aku pengen ngerti, aku pengen adaptasi dan aku pengen bisa lancar bahasa Indonesia dan bahasa Jawa.

Jadilah aku masuk SMA kelas 3 dan aku anak IPS!!! Anak IPS mana suaranya woyyy wkwkwkwk..
Pertama kali masuk kelas sebagai anak SMA di Indonesia, aku jadi bahan bulian anak kelas wkwk tapi buliannya bukan bulian negatif ya,, lebih ke sindiran karena aku dari Malaysia, banyak yang manggil aku 'Kak Ros' (sebuah karakter animasi di Upin Ipin). Aku masi inget saat aku memperkenalkan diriku di depan kelas, aku menggunakan bahasa Malaysia dan mereka semua tertawa haha. Tapi itu yang ngebuat aku semangat belajar. Temen-temen SMA ku adalah temen-temen yang sangan terbuka. Di tempat ini lah aku belajar berbicara bahasa indonesia BAHKAN aku berhasil ngomong jowo rek wkkwkw. Sampai akhirnya aku unas dan lulus.

Lanjut ke jenjang  berikutnya, aku akhirnya kuliah di Perbanas dengan mengambil jurusan ekonomi (sapa seperti ibuku). Sejujurnya, cita-cota ku adalah menjadi dosen. Dan karena aku suka banget sama bahasa Inggeris, aku pengen banget jadi dosen sastra Inggris satu hari nanti. Tapi takdir berkata lain. Saat kuliah sebagai anak ekonomi, hal yang aku lakuin adalah planning, organizing and action, Banyak banget presentasi yang aku lakuin di kampus dann karena presentasi itu lah aku nyadar kalo aku anaknya suka banget ngobrol didepan. I LOVE BEING THE SPOTLIGHT. Bukan karena aku pengen populer tapi karena aku pengen buktiin kalo aku itu ADA.

Berbeda dengan saat SMA yang berhasil membuat aku adaptasi, saat kuliah aku berhasil menemukan siapa diriku. Saat kuliah aku menyadari kalo aku suka ngomong di depan, aku bisa nyanyi, aku bisa organisasi dan aku aktif di dalam dan diluar kampus. Di tempat ini lah aku mengeksplor semua bakatku, aku ngikutin banyak organisasi, aku perform nyanyi tiap kali ada acara kampus, aku bahkan magang sebagai humas di kampusku karena itulah passionku..

Dan dibalik kesibukanku dikampus, aku punya alasan kenapa aku betah berlamaan di kampus bahkan aku rela datang subuh pulang malam. Alasannya karena aku gasuka dirumah. Aku benci sendirian karena tiap kali aku sendiri, aku pasti bakal nangis di kamar. Aku ga pengen lemah. Dan itu lah kenapa aku menghabiskan waktu ku dikampus bersama temen-temen bersama kesibukannya agar aku lupa kalo aku gak sedirian.

Akhirnya setelah 3,5 tahun aku lulus dengan cum laude! Hal itu adalah langkah pertama yang ngebuat orang tua ku bangga banget sama aku Alhamdulillah. Jadilah aku hampir 4 tahun di Indonesia merantau dan aku BERHASIL.

Tapi, ceritanya gak berhenti disini..Aku membuka chapter baru karena telah memasuki dunia pekerjaan dimana kebanyakan orang mengatakan kalo itu adalah DUNIA NYATA. Aku merantau lagi ke Jakarta (lebih tepatnya di Tangerang) karena penempatan ku disini. Sampai sekarang, aku masih di Tengarang dan aku berharap ada cerita yang lebih menarik menungguku disini sebagai anak rantau..

Sepertinya aku akan menghabiskan separuh hidup aku merantau dan yang pastinya, aku sama sekali gak nyesel dan BERTERIMA KASIH dengan diriku sendiri karena telah membuat keputusan menjadi anak rantau hampir 7 tahun lalu...

to be continued...

Comments

Popular posts from this blog

Hey there, I have real name but u can call me iffah, Hari ini hari dimana aku pertama nulis di blog. I'm not being here to be popular but I want to write and share. Short say, Alasan aku memberanikan diri 'writing for public' adalah karena aku tipe orang yang gak bisa mengekspresikan perasaan aku lewat fisik. So I usually keep it for myself. Hal yang bisa membuat aku lega adalah dengan nulis dan bikin video. So, here we go ! "Another day, another adventure!"

Aku nembak cowok ?!

guyssss!!! Aku gatau kenapa aku seberani ini, hari ini aku nembak seorang cowok, rasanya campur aduk. takut iya, ragu iya, excited iya, seneng iya, sedih iya. Mungkin menurut persepsi orang lain, cewek kalau nembak cowok duluan itu suatu yang jelek karena menyangkut harga diri dan kita para cewek bisanya cuman nunggu.  Tapi aku bukan tipe cewek kaya gtu. Aku gabisa nuggu, aku gabisa dibiarin berfikir terlalu lama, aku gabisa hanya nyerah pada takdir. Aku bisa dibilang agresif kalo jadi cewek. Semua yg aku lakuin kalo bisa ku lakuin secepat mungkin. Intinya aku aku gak suka lama. Dan karena ini lah, aku bukan pengambil keputusan yang baik karena aku selalu melakukan sesuatu tanpa berfikir panjang.. well, back to the boy. Dia sampai skarang blm balas wkwkwkkww kasian gak sih aku wkwkkww gtau deh ntar kedepannya kaya apa aku cuman bisa berdoa. semoga dia juga ngerasain hal yang sama.